Gejala Umum Varises Esofagus, Diagnosa dan Penanganannya.

Varises esofagus tidak menimbulkan gejala apapun. Tidak ada tanda apapun yang bisa terlihat dari luar yang menandakan seseorang memiliki sebuah penyakit varises esofagus. Gejala ini baru akan nampak jika varises esofagus pecah.

Pecahnya varises esofagus akan menyebabkan pendarahan di area esofagus. Darah ini akan mengalir ke sepanjang saluran pencernaan. Nah, hal tersebut menimbulkan gejala umum varises esofagus sebagai berikut.

  1. Muntah darah secara medis dinamakan hematemesis
  2. Terlihat darah pada tinja sehingga menyebabkan tinja berwarna lebih gelap atau disertai darah mengalir dari saluran cerna akibat pecahnya varises esofagus.
  3. Nyeri perut bagian tengah
  4. Penurunan kesadaran
  5. Pusing
  6. Perut membuncit, sebagai tanda jika mengalami gangguan liver
  7. Badan lemas
  8. Mudah memar
  9. Syok, terjadi pada kasus kehilangan darah kronis yang menyebabkan pasien mengalami gangguan kesadaran, tangan dan kaki dingin, pernapasan tidak teratur,dan kulit terlihat sangat pucat.
  10. Aktifitas urinasi menurun
  11. Badan dapat menguning
  12. Konsentrasi berkurang
  13. Badan terlihat pucat
  14. Penumpukan cairan di perut atau asites

Apabila anda mengalami satu atau bahkan lebih di antara gejala-gejala umum varises esofagus, segera periksakan ke dokter agar segera bisa dilakukan penanganan medis, mengingat varises esofagus merupakan penyakit berbahaya yang menyebabkan kematian.

Diagnosa varises esofagus

Untuk memastikan apakah anda mengalami varises esofagus atau tidak, perlu dilakukan serangkaian prosedur diagnosis penyakit ini oleh dokter spesialis.

  1. CT-scan

Langkah pertama yang dilakukan adalah pemindaian dengan CT-scan bertujuan untuk melihat kelainan pada organ dalam yang dibagi menjadi beberapa slide gambar, sehingga dokter bisa melihat secara detail kelainan di sepanjang organ esofagus atau liver.

  1. Endoskopi

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan alat endoskop dari dalam mulut dan akan terlihat hasil gambar nyata kelainan pada organ di dalam esofagus.

  1. Aspirasi

Pada prosedur kali ini dilakukan teknik biopsi dengan aspirasi yang dapat membantu menegakkan diagnosa dengan mengambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan patologis.

  1. USG perut

Pemeriksaan dengan ultrasonografi dilakukan dengan memberikan frekuensi gelombang suara yang dipantulkan dari transduser menuju organ yang ingin dideteksi dan hasilnya akan dapat terlihat dari monitor. Perlu diketahui, pemeriksaan ini tidak menimbulkan efek radiasi dan aman digunakan.

  1. Endoskopi kapsul

Endoskopi kapsul ini sama dengan endoskopi biasanya, hanya saja bedanya dokter medium kapsul yang digunakan adalah kapsul dengan kamera nirkabel. Endoskopi kapsul ini dilakukan jika pasien tidak memungkinkan untuk menjalani metode endoskopi dengan selang.

  1. Tes darah

Penanganan penyakit varises esofagus

Untuk mencegah pendarahan, perlu dilakukan penurunan tekanan darah pada vena porta dengan obat-obatan semacam obat beta bloker atau propanolol. Peningkatan darah tinggi dan pecahnya pembuluh darah merupakan gejala umum varises esofagus yang perlu ditangani.

Pendarahan yang disebabkan oleh varises esofagus perlu dilakukan penanganan darutat karena hal ini dapat memicu syok dan kekurangan darah.

Berikut ini antara lain penanganannya yang dilansir dari Honestdocs.

  1. Transfusi darah

Transfusi darah ini dapat dilakukan apabila pasien telah kehilangan darah secara kronis akibat pecahnya pembuluh darah.

  1. TIPS

Transjugular intrahepatic portosystemic shunt merupakan metode pemandu bagi dokter untuk mengikat vena porta di liver. Metode ini sering digunakan pada penyakit sirosis akibat pecahnya pembuluh darah.

  1. Skleroterapi

Skleroterapi dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan sklerosan secara perlahan menuju vena sekitar organ esofagus dan liver guna untuk menutup pendarahan.

  1. Transplantasi hati

Transplantasi ini dilakukan jika gangguan liver sudah sangat kronis.

  1. Mengangkat varises

Operasi pengangkatan varises dilakukan jika varises tidak sembuh dengan TIPS.

  1. Pemberian antibiotik

Hal ini dilakukan untuk mencegah infeksi.

Semoga ulasan ini bermanfaat bagi anda.

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*